13 Keuntungan Yang Dapat Kamu Peroleh Dari Bermain Game Poker Online

Selama lebih dari seratus tahun sudah ada permainan poker, tetapi mayoritas waktu ini tidak mendahului loteng smoky dari kasino dan bar. Bahkan pada pendahuluan World Series of Poker di Las Vegas, poker melulu tersedia guna orang kaya, karena melulu mereka yang dapat membeli buy-ins yang tinggi guna turnamen. Dan melulu setelah timbulnya satelit poker di Internet dan perkembangan popularitas televisi pada tahun 2003, poker kesudahannya menjadi kegemaran besar.

Hari ini, penyebutan poker khususnya dikaitkan dengan poker online. Bermain poker online mempunyai sejumlah besar deviden (bersama dengan sejumlah kelemahan, pasti saja) yang membuatnya populer dan dicintai salah satu sejumlah besar pemain dari semua dunia. Untuk kamu yang ingin bergabung pada bulan ini akan mendapatkan promo menarik dengan register di situs poker bonus new member , so tunggu apa lagi ?!

Kami sudah mengumpulkan susunan 13 kelebihan utama dari poker online. Baca dan beritahu kami apa yang kami tak sempat sebutkan dalam kisah kami tentang kesukaan bermain poker online.

1. Poker action 24/7 = Tidak peduli kapan Anda hendak bermain poker, Anda tentu akan mengejar game ketika ini atau turnamen poker. Di Titan Poker, aksi poker online berlanjut 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, 365 hari setahun. Jika Anda bermukim di Eropa, Anda dapat mengharapkan masuknya pemain di malam hari dan di akhir pekan, namun bahkan orang-orang di Kanada dan Australia dapat mengejar perusahaan guna bermain di jam yang nyaman.

2. Tidak terdapat – Penerbangan, tip dan dress code = Selain dapat bermain di masa-masa yang sesuai, poker internet memungkinkan kita bermain tanpa meninggalkan kamar istirahat atau dapur kita sendiri. kita tidak butuh sampai ke kasino terdekat. Tidak terdapat tip guna dealer, dan menu minuman dan makanan sepenuhnya cocok dengan cadangan kulkas Anda.

3. Kecepatan tinggi permainan, lebih tidak sedikit tangan per jam = Di meja poker di kasino, kecepatan permainan kita tergantung pada seberapa cepat dealer sukses mengocok dan kartu transaksi. Sebagai akibatnya, kita berisiko tertidur di meja, atau tidak berhasil menjaga fokus setelah berjam-jam bermain lambat yang panjang. Kecepatan poker online paling tinggi, yang berarti – aksi poker online terus menerus. Jika kecepatan poker online tidak lumayan untuk Anda, usahakanlah Tabel Kecepatan Poker Titan, di mana Anda bakal memiliki peluang untuk bermain di barangkali kecepatan tertinggi dalam hidup Anda.

4. Berbagai macam permainan = Di ruang poker kasino offline, opsi meja kas dan turnamen paling terbatas baik oleh jenis permainan dan oleh jumlah pembelian. Jika Anda ialah penggemar, katakanlah, Omaha Hi / Lo poker, maka tidak ada garansi bahwa Anda bakal selalu mengejar meja permainan aktif yang sesuai. Poker online mempunyai variasi permainan yang tak tertandingi, dan Anda tentu akan selalu mengejar teman di game kesayangan Anda, bahkan bila tersebut 7 Card Stud atau Razz.

5. Tindakan pada masing-masing kantong (termasuk batas-mikro) = Di ruang poker kasino biasa, Anda tidak bisa menemukan tidak sedikit tabel ekuivalen $ 0,02 / $ 0,04. Secara bersamaan, kita mungkin mengejar bahwa bermain di $ 2 / $ 4 tabel bukan guna Anda. Berkat poker online, kita memiliki peluang untuk memilih poker aksi yang kita mampu, bahkan dengan taruhan paling rendah dan batas mikro.

6. Rendah rake = Perbedaan beda antara poker online dan ruang poker online ialah penggaruk rendah yang dibebankan oleh kasino online. Kebijakan guna menilai jumlah penggaruk di Titan Poker jelas ditetapkan di website web kasino, dan antarmuka perangkat empuk jelas memperlihatkan penggarukan yang dihapus dari masing-masing kartu poker.

7. guna Dermawan (bonus, keanggotaan di VIP-klub) = Terlepas dari fakta bahwa sejumlah kasino bisa menghibur anda makanan dan minuman cuma-cuma dan akomodasi bahkan berjanji di suatu hotel terdekat dengan ongkos sendiri, mereka melakukannya dengan destinasi tunggal – untuk menciptakan Anda guna Anda tabel permainan. Poker online familiar dengan hak-hak istimewa yang diterima semua pemainnya. Pendatang baru di Titan Poker menginginkan bonus sambutan yang paling murah hati, yang tergolong bonus deposit kesatu yang gampang dibayarkan, serta tiket ke turnamen freeroll eksklusif. Secara tertata bermain di Titan Poker, Anda dapat mendapatkan kedudukan VIP, yang akan membawa Anda lebih tidak sedikit hak istimewa, bonus loyalitas, dan keterampilan untuk menukarkan poin Poker Poker yang didapatkan dengan sulit payah guna uang tunai atau token guna turnamen.

8. Freerolls = Tidak di tidak sedikit kasino Anda bakal ditawarkan guna bermain poker secara gratis, dan melulu sesekali Anda barangkali beruntung mengejar turnamen freeroll poker. Dunia perbuatan poker online tidak mengenal batas. Turnamen Freeroll diselenggarakan sepanjang waktu, dan di sejumlah dari mereka semua pemenang menerima hadiah duit tunai besar. Meskipun sejumlah turnamen freeroll yang diadakan oleh Titan Poker mempunyai batasan tertentu dan tidak terdapat untuk seluruh pemain, tidak sedikit freeroll harian, mingguan dan bulanan lainnya tidak jarang kali terbuka guna siapa saja.

Start reading 13 Keuntungan Yang Dapat Kamu Peroleh Dari Bermain Game Poker Online

Liga Global E-sports Terbaru Persembahan Smilegate

Di pasar e-sports global yang dipimpin oleh game asing laksana LoL dan Dota 2, ‘Cross Fire’, permainan domestik, unik perhatian sebab meningkatkan skala kompetisi.

  • Meluncurkan brand liga pro global sendiri ‘CFEL’
  • Memperluas layanan kipas dan pasar e-sports lokal

Ini ialah bisnis e-sports global yang dilaksanakan oleh Smile Gate secara aktif semenjak tahun ini, dan baru-baru ini mengenalkan ‘CFEL’ dengan game ‘Crossfire’ sebagai suatu acara. Ini ialah nama liga profesional di negara ketiga, kecuali China, di mana liga profesional “Cross Fire” sangat aktif, dan Smile Gate Entertainment menjalankan liga sendiri.

Secara khusus, Smilegate sudah mengakumulasikan kompetensi dan menambah daya saingnya dengan melangsungkan Liga Crossfire di dalam dan luar negeri semenjak 2013 guna bisnis e-sports global. Di atas segalanya, langkah-langkah ini diinginkan akan berarti dalam ekspansi basis e-sports dan jangkauan pasar yang bertambah tidak laksana liga dalam negeri yang terbatas pada lokasi permainan populer.

Turnamen e-sports ketika ini sedang dilangsungkan oleh Smile Gate dipecah menjadi tiga kategori: liga pro, kontes nasional, dan liga undangan. Di antara mereka, CFPL, yang diadakan di China, menjadi olahraga dalam negeri kesatu dan liga profesional e-sports kesatu di China.

E-Sports Systematization ‘Pemimpin’

‘CFPL’ ialah salah satu persaingan utama yang bisa mewujudkan popularitas ‘Crossfire’ di China. Minat lumayan tinggi untuk menjangkau 100 juta penonton kumulatif teratas dalam satu musim. Tidak berlebihan untuk menuliskan bahwa pemain bintang sedang diproduksi di sini, serta sekian banyak industri sedang dikembangkan guna memimpin pasar e-sports di China.

Pada bulan Mei, Smilegate mengenalkan CFEL (Crossfire Elite League), liga profesional e-sports global, pada bulan Mei untuk menambah ukuran Cross Fire Pro League dan memperkuat brand kompetisi. Ini ialah liga profesional global kesatu yang dipimpin oleh Smile Gate Entertainment. Seperti dilafalkan di atas, kecuali China, Filipina, Brasil, dan Vietnam, yang terus bertambah popularitasnya, Filipina dan Brasil dipecah menjadi tiga musim dan dua musim masing-masing tahun mulai dari Maret tahun lalu. Di Vietnam, saya berencana mengawali dua musim satu tahun mulai bulan Juli ini. Pendaftaran akan dilakukan di Bandar Domino Terpercaya se-Asia.

Perusahaan telah menyimpulkan untuk menambah kepuasan pemakai game dan peminat e-sports dengan meluangkan konten e-sports tingkat tinggi di pasar lokal serta memperluas basis ‘cross fire’ dengan memegang liga profesionalnya sendiri. Untuk mengerjakan ini, ia berencana untuk menyokong gaji dan ongkos operasi guna tim dan pemain lokal yang berpartisipasi, dan untuk menambah ukuran turnamen berikutnya dengan membudidayakan pemain bintang lokal.

CFS bakal mendapatkan 20 juta peminat e-sports ‘mata’

Di samping itu, CFS, turnamen e-sports global yang telah dilangsungkan oleh Smile Gate semenjak 2013, berkembang pesat masing-masing tahun. ‘CFS’ ialah liga e-sports yang secara tradisional diadakan oleh Smilegate sekitar ‘Crossfire’.

Bahkan, satu-satunya liga e-sports global dalam kelompok domestik, persaingan ini ialah untuk memenangkan semua pemenang teratas oleh kesebelasan yang dipilih dari 80 negara di 11 wilayah.
Turnamen ini akan diselenggarakan di babak penyisihan regional NF dan final GF, dan disebutkan bahwa 23 juta orang telah menonton CFS 2015 di masa lalu.

Secara khusus, persaingan tahun kemudian disiarkan dalam bahasa Inggris, Cina, dan Portugis melewati PLU, perusahaan streaming olahraga e-sports kesatu di China. Penyiaran dari Vietnam, Rusia, dan Amerika Selatan (Spanyol) Ini ialah posisi untuk memutuskan posisinya sebagai kontes global.

Total hadiah duit ‘CFS 2016’ yang diselenggarakan tahun ini ialah $ 700.000 (sekitar 800 juta won), yang adalahpeningkatan besar dikomparasikan tahun lalu. Di antara mereka, $ 400.000 akan dianggarkan untuk GF, yang bakal mendorong negara-negara peserta guna menang.

Membudidayakan liga akar rumput melewati kontes flax global

Di samping itu, Smilegate membuka liga regional terpisah untuk menambah peluang untuk pemain amatir. CFS Invitational, yang diselenggarakan tahun lalu, akan diselenggarakan secara reguler tahun ini. Dalam permasalahan Liga Invitational, itu ialah liga baku tembak kesatu yang akan diselenggarakan di negara-negara ketiga di luar Korea dan Cina.

Ini ialah strategi untuk mengisi kepentingan peminat yang berfokus pada ‘CFS’ dalam sekian banyak cara dan memberi pemain profesional ‘CrossFire’ peluang untuk berpartisipasi dalam lebih tidak sedikit kompetisi.

Tahun lalu, demonstrasi diselenggarakan di Vietnam dan Brasil, masing-masing. Dalam permasalahan Brasil, diadukan bahwa lebih dari 5.000 pemirsa dimobilisasi pada turnamen berbayar meskipun pasar e-sports belum terbentuk.

Kami sedang mempersiapkan turnamen dengan asa menjadi tuan lokasi tinggal Filipina dan area Eropa, dan reaksi lokal diharapkan. Sementara itu, Smile Gate menjalankan penyokong global guna turnamen yang bakal datang. Pendukung yang dipilih guna pemakai umum akan mengerjakan misi mereka cocok dengan tujuan yang disediakan secara rutin dari Juli sampai Februari, dipecah menjadi empat bagian: analisis, produksi, publisitas, dan streaming.

Pendukung yang dipilih bakal menerima hadiah CFS dan $ 300 per musim. Lima penyokong yang paling baik dipilih untuk masing-masing musim bakal menerima ekstra $ 200 (KRW 230.000) .Setelah selesainya Musim 1, dua penyokong yang paling baik dipilih dan diundang ke final final CFS 2016 GF, Ini bakal disertai dengan jalan-jalan, makan, dan penerbangan.

Start reading Liga Global E-sports Terbaru Persembahan Smilegate

EA Sport FIFA 18 Global Series, is it coming to Asian Games?

Electronic Arts FIFA telah memberitahukan bahwa lebih dari 20 juta pemain sudah berpartisipasi dalam pertandingan persaingan FIFA 18 musim ini. Mereka pun akan selesai di London dari 2 Agustus sampai 4 Agustus di EA Sports FIFA 18 Global Series FIFA eWorld Cup Grand Final. Disponsori oleh Agen Maxbet Indonesia, diprediksi eSports benar-benar akan masuk ajang Asian Games 2018, benarkah?

Akhirnya, 32 pemain bertujuan guna menjadi juara dunia FIFA 18. Di Amsterdam, dari 28 Mei ke 30 Mei dan 32 persaingan dari 1 Juni sampai 3 Juni, dilakukan, kualifikasi 128 kontestan guna FIFA eWorld Piala Grand Final 2018 Kami berencana guna mendapatkannya.

Minat semua pemain menunjukkan kenapa perusahaan mengerjakan investasi lebih tidak sedikit dalam permainan kompetitif. Newzoo diadukan oleh penelitian pasar mengenai penyebab mengekspor memberitahukan prospek yang bakal meningkat menjadi 1,65 miliar dolar AS di samping 2021-906 satu juta dolar AS pada tahun 2018 bertambah 38% di era global yang penghasilannya meningkat. Dukungan terbesar guna Espport diberitahukan minggu ini oleh $ 100 juta Epic for Fornight.

EA dan FIFA ikut memproduksi turnamen dan bermitra dengan liga sepak bola tingkat atas, klub sepak bola, brand sepak bola, dan Organisasi Espo terbaik.

“FIFA eWorld Cup Grand Final 2018, ratusan sesudah ribuan pemain dan pemirsa musiman yang ikut perjalanan, bakal menjadi momen urgen untuk persaingan FIFA intens,” wakil presiden senior dari EA Gaming kompetitif dan Umum Manajer Todd Sitrin berkata. . “Bekerja sama dengan FIFA, kami mempercepat perkembangan permainan kompetitif melewati EA Sports FIFA 18 Global Series dan mengoleksi dunia sepakbola dunia dalam ekosistem tunggal ini.

Hyundai A-League, eDivise, MLS, J-League, Rariga, eLigue 1, Liga Premier Rusia, liga papan atas guna menjadi tuan lokasi tinggal Bundesliga, laksana EA Sports FIFA 18 turnamen dan turnamen. Di samping itu, bertahun-tahun Champions Cup EA diselenggarakan di Asia dari FIFA Online 3 menjadi unsur dari seri global, kini dengan semua pemain guna berpartisipasi dalam masa mendatang playoff.

Chief Financial Officer (CFO) FIFA mengatakan, “Kemitraan dengan EA ini menambah persaingan FIFA ke gejala global dan menggabungkan dunia hiburan dan kekuatan sepakbola dengan teknik yang spektakuler Itu. ” “Di FIFA eWorld Cup 2018 di kota sepak bola tertua di dunia di London, tahun terobosan guna tahun sejarah sepakbola global dan pertandingan kompetitif berakhir.

EA mengacu pada pemakaian istilah yang lebih luas yang dinamakan “permainan kompetitif”. Dalam permainan kompetitif, EA mengacu pada piramida kegiatan. Di atas terdapat jurusan EA. Ini ialah puncak persaingan yang dirasakan sebagai pengawalan, pemain terbaik dunia berlomba untuk menjadi pemenang utama EA memenangkan hadiah utama.

Di bawah ini terdapat penghargaan besar yang disponsori oleh EA Premier Events atau perusahaan beda (seperti ESL) dan menerima hadiah besar. Mereka secara inheren mempunyai sifat global dan paling penting untuk masyarakat. Lalu terdapat 500 sampai 600 (atau melulu 20) acara komunitas untuk semua pesaing yang bermain EA Challenger Events, atau pertandingan kompetitif EA. Tujuan dari EA ialah untuk menyokong turnamen besar ini dan mempromosikan struktur turnamen yang mulus.

Pembulatan ini ialah Perjodohan EA Online. Bagian terbesar dari komunitas EA ialah di mana basis piramida dan jutaan pemain bermain di rumah.

Start reading EA Sport FIFA 18 Global Series, is it coming to Asian Games?

InYourDream dan Xepher Akan Join dengan Tim Luar Negeri

Kabar yang dapat dibilang paling mengejutkan memang datang dari laman Instagram Rex Regum Qeon, yang adalahsalah satu kesebelasan e-Sports terbesar di Indonesia, mereka memberitakan bahwa mereka sudah melepas Kenny Deo alias Xepher yang adalahKapten kesebelasan DOTA 2 mereka kini setelah 3 tahun bareng mereka. Hal ini lumayan aneh, menilik seberapa besar dan berdampaknya Xepher sebagai kapten untuk RRQ dalam sejumlah waktu kebelakang.

Sehingga menyebabkan tidak sedikit spekulasi yang beredar mengenai apa rencana dari Xepher kedepannya. Ditambah kesebelasan underdog dalam penyisihan slot Jakarta Minor kemarin, Alter.Ego sudah mengabarkan bahwa mereka sudah mempunyai roster baru yang siap guna diluncurkan dalam sejumlah waktu dekat. Pastinya tidak sedikit orang pun berfikir bahwa Xepher bakal berlabuh kesana.

Namun melewati akun Instagram sang master dengan nama asli Vinzent Indra a.k.a Oddie, kita dapat mengintip dengan cukup jelas dua dedengkot yaitu InYourDream dan Xepher tampak di bandara Soekarno Hatta menyeluruh membawa Koper dan nampaknya siap untuk mengerjakan perjalanan ke luar negeri. Begitu pun dengan akun Instagram dari teman selevelnya dengan nama asli Franzeska Edelyn a.k.a Xepher, disitu terlihat dia dan InYourDream yang sepertinya sedang bersiap-siap untuk berangkat.

Hal ini tentunya membuat tidak sedikit para penggila dota2 di Indonesia berfikir terhadap isu yang sedang berkembang dimana mereka bakal bermain kedalam kesebelasan di luar Indonesia. Bukan tidak mungkin dengan level kualitas permainan mereka sekarang ini, sungguh lumrah apabila tipe permainan mereka begitu digemari oleh sejumlah tim Internasional di luar Asia Tenggara. InYourDream yang mempunyai MMR nomor 1 di dunia, dan kualitas permainan Xepher yang tak butuh dipertanyakan lagi sekitar menjadi kapten dari Rex Regum Qeon sejumlah waktu kebelakang ini.

Sulit guna memperkirakan kesebelasan manakah yang akan menjadi tempat berlabuhnya kedua pemain kebanggaan Indonesia ini. Namun bila diacuhkan lebih lanjut, kesebelasan yang sangat memungkinkan merupakan Clutch Gamers, dimana mereka sedang dalam fase membenahi dengan melakukan tidak sedikit sekali evolusi roster selama sejumlah waktu kebelakang. Apalagi Afromoush yang ditinggal teman senegaranya sendiri yaitu Mage- nampaknya pun tidak bakal bertahan lama lagi di Clutch Gamers. Sehingga Xepher akan dapat menjadi pengganti yang tepat untuk slot yang kosong itu.

Ditambah dengan InYourDream pun akan bisa menjadi pengisi yang tepat untuk Clutch Gamers juga, dengan keluarnya Mage- yang menciptakan posisi Mid Laner dari Clutch Gamers kosong yang kini dengan sedangkan digantikan oleh vtFaded. InYourDream yang memang sekitar ini bermain di posisi Mid Lane tentunya dapat dengan mudah memenuhi posisi tersebut.

Beberapa pilihan lain merupakan Geek Fam yang baru saja merekrut Feuru sejumlah waktu kemudian yang mungkin dapat juga menjadi pelabuhan mereka selanjutnya, urusan ini wajar menilik Feuru barangkali saja merekomendasikan kedua nama tersebut. Fnatic menjadi pilihan yang tidak cukup memungkinkan dimana mereka sedang dalam pengejaran mengarah ke top-8 dari DOTA 2 Pro Circuit musim ini.

Sampai sekarang pun belum terdapat kabar yang jelas tentang tim manakah yang bakal menjadi lokasi tinggal baru untuk mereka berdua. Siapa tau pun mungkin bakal ada kesebelasan baru yang siap memeriahkan persaingan di regional Asia Tenggara. Namun yang tentu pilihan mereka berdua mestilah anda dukung bersama-sama ya dan tidak boleh lupa pun buat tidak jarang kali dukung pertumbuhan e-Sports di Indonesia!

Start reading InYourDream dan Xepher Akan Join dengan Tim Luar Negeri

Ini Dia 5 Reporter eSports Paling Cantik yang akan Membuat Anda Meleleh

Di balik perhelatan eSports yang biasanya didominasi oleh kaum lelaki, ada banyak reporter cantik yang siap melaporkan jalannya pertandingan pada pemirsa di layar kaca. Selain cantik dan muda, wanita-wanita ini juga memiliki bakat dan prestasi yang akan membuat Anda terkagum-kagum. Alhasil, pesona dan talenta reporter-reporter cantik tersebut membuat pelaksanaan eSport semakin berwarna.

Siapa sajakah wanita-wanita itu? Mungkin penggemar eSports Indonesia sudah tidak asing dengan beberapa di antaranya:

1. Sjokz

Sjokz
Sumber: redbull.com

Dialah Eefje “Sjokz” Depoorte, seorang wanita cantik kelahiran 16 Juni 1987. Wanita ini sudah tidak asing lagi bagi para atlet eSport, terutama bagi pemain League of Legends. Terang saja, Sjokz merupakan seorang reporter tetap pada event European League of Legends Championship Series (LCS EU). Kepiawaiannya dalam mereportasekan keadaan di arena dan parasnya yang menawan, membuat kemunculannya selalu ditunggu-tunggu oleh para penonton.

Selain andal sebagai reporter dengan gelar master di bidang jurnalistik dan sejarah, ternyata ia juga pernah bermain Unreal Tournament dengan sangat kompetitif. Tidak hanya aktif sebagai reporter, Sjokz juga seorang dosen di Ghent University.

2. Sheever

Sheever
Sumber: gawker-media.com

Jorien “Sheever” van der Heidjen mungkin sangat tidak asing bagi para pencinta Dota 2. Intensitas penampilannya di setiap event game besutan Valve Corporation ini, membuatnya dijuluki Ratu Dota 2.

Wanita kelahiran Belanda, 26 April 1985 tersebut memulai kariernya sebagai streamer di salah satu channel esports. Memulai dari sana, bakatnya makin terasah dan menjadikannya semakin populer di kalangan penggemar Dota 2.

3. Tonya

Tonya
Sumber: cybbet-static

Para penggemar eSports indonesia, kali ini kita akan berkenalan dengan seorang wanita cantik berkebangsaan Ukraina, “Tonya” Predko. Cukup banyak deretan event yang pernah menggaetnya sebagai host. Beberapa di antaranya adalah Esports Championship Series Season 2 dan 4, ELEAGUE Major: Boston 2018, ESG Tour Mykonos 2017, dan masih banyak lagi. Sebelum tampil sebagai host, Tonya aktif dalam scene Counter Strike: Global Offensive saat ia bergabung bersama StarLadder.

4. Pansy

Pansy
Sumber: outermode.com

Berikutnya, ada si cantik Laurent “Pansy” Scoot, seorang reporter berbakat dari game CS:GO. Sebelum menjadi reporter sekaligus caster kondang, ia memulai kariernya sebagai salah satu pro player di game Call of Duty 4.

Kariernya mulai diakui dunia setelah bergabung dengan ESL yang merupakan salah satu event organizer eSports besar di Eropa. Wanita kelahiran Inggris—26 Juli 1990 ini pun mulai aktif sebagai reporter, caster, dan host di berbagai event. Hingga kini, ia sudah menjadi salah satu reporter cantik yang tidak diragukan lagi kemampuannya.

5. Seltzerplease

Seltzer
Sumber: twitter.com

Di antara yang lainnya, mungkin wanita cantik satu ini paling jarang didengar namanya di kalangan penggemar eSports Indonesia. Dia adalah Rachel “SeltzerPlease” Quirico, wanita yang memulai kariernya sebagai gamer ketika memainkan Pokemon. Sejak saat itu, ia mulai aktif mengikuti berbagai turnamen Pokemon. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkenalannya dengan berbagai game, kariernya mulai menanjak.

Setelah bergabung dengan Cyber Sports Networking, SeltzerPlease semakin menunjukkan kemampuannya. Ia memiliki banyak kesempatan untuk tampil menjadi talent di berbagai turnamen besar. Saat ini, SeltzerPlease masih aktif sebagai host dan analis pada Overwatch League.

Selain kelima wanita cantik yang sudah dibahas,  masih banyak wanita cantik lainnya yang menghiasi eSports, baik sebagai reporter maupun pemain. Bagaimana, sobat eSports Indonesia? Siapa di antara mereka yang menurut Anda paling cantik dan membuat Anda meleleh?

Start reading Ini Dia 5 Reporter eSports Paling Cantik yang akan Membuat Anda Meleleh

Games CS GO: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Bagi yang belum tahu, eSports adalah kompetisi permainan video yang mempertemukan para gamers profesional. Permainan ini banyak jenisnya, di antaranya adalah League of Legends, Dota 2, Counter Strike, dan masih banyak lagi. Biasanya, pemain eSports didominasi oleh laki-laki, tetapi tidak sedikit juga wanita cantik yang menyukai olahraga elektronik ini.

Nah, sobat penggemar eSports Indonesia, kabarnya eSport akan diperkenalkan sebagai cabang olahraga baru di Asian Games. Kebetulannya lagi, Asian Games 2018 akan diselenggarakan di Indonesia dan diikuti oleh 46 negara di Asia. Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena Indonesia menjadi tempat bersejarah dari diperkenalkannya eSports di ajang multi-event paling bergengsi se-Asia ini.

Berkenalan dengan Counter Strike: GO

CS: GO
Sumber: steam.com

Dalam Asian Games tahun 2018, ada beberapa cabang olahraga eSports yang rencananya dipertandingkan. Salah satunya adalah Counter Strike: GO (Global Offensive), permainan dengan mode First-Person Shooting yang dikembangkan oleh Valve Corporation dan Hidden Path Entertainment. Tentu sobat penggemar eSports Indonesia sudah tidak asing lagi dengan game tersebut, mengingat Counter Strike telah ada sejak lama dan begitu populer.

Sama seperti versi sebelumnya, game ini mengusung konsep tembak-menembak yang mengandalkan kerja sama tim. Alur ceritanya pun menggunakan sudut pandang orang pertama. Pemain dapat memilih peran sebagai Teroris atau Anti-Teroris. Mekanismenya adalah pemain diharuskan menyelesaikan misi atau mengalahkan kelompok musuh. Sebenarnya sangat sederhana dan waktu permainannya pun tidak terlalu panjang.

Adapun CS: GO terdiri dari 5 mode gameplay, antara lain: Deathmatch, Arms Race, Demolition, Casual, dan Competitive. Jika sudah mahir bermain di empat mode sebelumnya, barulah pemain sanggup menaklukkan mode Competitive. Dibutuhkan strategi, penguasaan peta, dan manajemen waktu untuk bisa mengalahkan pihak lawan. Untuk senjata, terdapat beberapa jenis baru pada versi ini, seperti Molotov dan Incendiary Grenade.

CS: GO
Sumber: youtube.com

Setelah dirilis pertama kali, Counter Strike: GO ternyata mendapat banyak respons positif dari para kritikus professional. Metacritic, website yang biasa mengkritik sebuah permainan memberikan nilai sebesar 83 dari total 100 untuk versi PC-nya. Destructoid juga memberikan respons positifnya, ia memberikan poin 95 dan berpendapat bahwa versi terbaru ini lebih baik.

Meskipun begitu, ternyata pihak pengembang sebelumnya mengeluarkan beberapa pengumuman kontroversial. Dalam pengumuman itu, mereka menyatakan akan menyertakan kelompok separatis yang memiliki simbol mirip ETA sebagai bagian dari karakternya. Namun, hal itu urung dilakukan karena Badan Pemerintah Spanyol dengan tegas melarang dan meminta pihak CS: GO untuk mencabut tokoh kelompok tersebut. Alasannya, eksposur terhadap kelompok separatis dalam game besutan mereka dianggap akan melukai perasaan korban yang sesungguhnya..

eSport di Ajang Asian Games Hanya sebagai Ekshibisi

Berhubung baru pertama kali diperkenalkan di Asian Games, eSports kali ini hanya berupa pertandingan eksibisi, bukan memperebutkan medali. Meskipun begitu, eSport tetap terhitung sebagai pertandingan resmi dan pemenang akan mendapatkan hadiah uang.

Sebagai informasi, setiap cabang olahraga yang baru pertama kali masuk di Asian Games harus menjadi ekshibisi terlebih dahulu, barulah selanjutnya dipertandingkan untuk memperebutkan medali. Kabar baiknya, pihak OCA (Olympic Council of Asia) sudah mengatakan bahwa kompetisi eSport yang memperebutkan medali bisa terealisasi di Asian Games tahun 2022.

Sampai saat ini, belum diputuskan secara resmi mengenai kandidat eSport mana saja yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Namun yang pasti, sepak terjang eSports akan semakin dikenal masyarakat internasional, khususnya di wilayah Asia.

Bagaimana, sobat esports Indonesia? Tidak sabar menanti Asian Games yang tinggal beberapa bulan lagi?

Start reading Games CS GO: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Games DotA 2: MOBA Kandidat eSport di Asian Games 2018

Game online saat ini sudah dipandang sebagai sesuatu yang lebih serius dari sekadar hiburan pelepas penat, bahkan masuk dalam kategori olahraga yang dikompetisikan. Seperti juga olahraga pada umumnya, eSport memiliki atlet-atlet yang menekuni permainan selayaknya seorang profesional. Hanya saja memang atlet eSport tidak bertanding secara fisik atau bertatap muka, melainkan beradu strategi melalui media digital. Antusiasme kalangan eSports Indonesia cukup besar, menyusul diumumkannya secara resmi bahwa eSport ditambahkan sebagai cabang olahraga baru pada  Asian Games 2018.

Dota 2
Sumber: hardcoregamer.com

Tiga cabang eSport akan berlaga di gelaran olahraga paling bergengsi dan terbesar se-Asia ini. Salah-satu di antaranya yaitu MOBA (multiplayer online battle arena), game strategi yang biasa dimainkan oleh 10-20 orang dalam 1 kali permainan. MOBA dapat dikatakan sebagai game yang paling digemari dibandingkan tipe game lainnya. DotA 2 diproyeksikan menjadi kandidat eSport dari game bertipe MOBA yang akan dipertandingkan di Asian Games.

DotA 2 adalah gamefree to play” yang sangat terkenal dan memiliki daya tarik tersendiri. Dalam DotA 2, pemain dituntut untuk piawai mengatur strategi. Valve sebagai pengembang game DotA 2 pandai memancing rasa penasaran para gamer dengan terus memberikan kebaruan baik pada mode, campaign, ataupun tokoh di dalam game tersebut.

Jika ditelisik lebih dalam, bermain DotA 2 bisa meningkatkan kemampuan berpikir dan menganalisis. Untuk memenangkan pertarungan, diperlukan analisis yang baik mengenai hero yang menjadi lawan, bagaimana skill dan gaya bertempurnya. Pemain juga harus dapat memilih hero yang tepat untuk dijadikan tim. Setiap langkah yang diambil harus diperhitungkan secara presisi. DotA 2 juga melatih pemain merespons dengan cepat,  ketika diserang dan menyerang.

Kemenangan dalam permainan DotA 2 salah satunya ditentukan oleh kerja sama tim. Setiap pemain bertanggung jawab mempertahankan tower. Seberapa hebatnya pun pemain, jika bermain solo maka peluang untuk memenangkan permainan bisa dibilang sangat kecil.

Sekilas, game DotA 2 hanya terlihat sebagai permainan pertempuran yang seru dan menghibur. Bagi atlet eSport, game ini benar-benar menstimulasi kinerja otak kiri dan otak kanan, karena dituntut untuk berpikir dan bertindak secara cepat dan tepat. Kestabilan emosi juga harus tetap terjaga selama permainan berlangsung.

Beberapa sumber menyebutkan, sebagian besar pemain mengakui bahwa DotA 2 lebih sulit untuk dikuasai dibandingkan game lainnya. DotA 2 sangat cocok untuk orang-orang yang menyukai tantangan. Dilihat dari jumlah rata-rata pemain aktif di tiap bulannya, pemain DotA 2 memang relatif lebih sedikit.

Dota 2
Sumber: venturebeat.com

Meskipun DotA 2 memiliki banyak penggemar di Indonesia, jumlah atlet eSport dengan kualifikasi yang mumpuni masih jauh dibandingkan negara Asia lainnya seperti Korea Selatan dan China. Tim dari negara lain memang dilatih untuk siap bertarung dan keluar sebagai pemenang, sedangkan pelatihan tim Indonesia masih sangat tertinggal. Kelihatannya agak berat bagi tim Indonesia bisa menang dan mendapat medali.

Beruntung cabang eSport di perhelatan Asian Games ke-18 nanti masih dipertandingkan sebatas ekshibisi. Tim eSports Indonesia masih punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri hingga tahun 2022, ketika cabang eSport sudah mulai dipertandingkan untuk memperebutkan medali. Pemerintah perlu lebih menyosialisasikan eSport, dan secara rutin mengadakan kompetisi-kompetisi agar kemampuan mereka benar-benar terasah dan siap bersaing dengan atlet-atlet dari negara lain.

Bila benar-benar ditekuni secara serius dan profesional, selain dapat mengharumkan nama negara lewat ajang kompetisi eSport tingkat regional dan internasional, DotA 2 juga bisa dijadikan sumber penghasilan yang tidak main-main jumlahnya. Pada kejuaraan DotA 2 di tahun 2017 lalu, total hadiahnya mencapai 328 miliar rupiah.

Inilah Dota 2 Best Moments The International 7

Start reading Games DotA 2: MOBA Kandidat eSport di Asian Games 2018

Games LoL: MOBA Kandidat eSports di Asian Games 2018

Tinggal beberapa bulan lagi menuju penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Ada yang baru di gelaran Asian Games kali ini, yaitu dimasukkannya eSport sebagai cabang olahraga yang turut dipertandingkan, walaupun masih sebatas uji coba atau perkenalan. Masuknya eSport sebagai cabang olahraga baru menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi para pencinta game online di Asia, tidak terkecuali kalangan eSports Indonesia.

League of Legend vs DotA 2

League of Legends
Sumber: tacticalgaming.net

DotA 2 dan League of Legend (LoL) adalah game bertipe Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang paling terkenal dan memiliki banyak penggemar. Keduanya diproyeksikan untuk turut dipertandingkan sebagai cabang eSport tipe MOBA. Walaupun dari segi permainan hampir sama, tetapi tidak semua karakter di LoL dapat dimainkan. Jika ingin memainkan semua karakter, pemain harus membeli karakter yang diinginkannya. Dengan begitu, bisa menjaga fokus pemain dalam menguasai satu persatu champion, atau yang dalam DotA 2 dinamakan hero.

LoL yang dirilis pada 2009 sempat merajai game tipe MOBA sebelum DotA 2 hadir. Banyak sumber menyatakan bahwa mekanisme game LoL lebih mudah dimainkan dibandingkan DotA 2, aturannya juga tidak rumit. Para pemain pemula tidak memerlukan waktu yang terlalu lama untuk beradaptasi dengan game LoL. Sampai hari ini, jumlah pemain aktif LoL memang masih jauh lebih banyak daripada DotA 2, yaitu mencapai 100 juta pemain setiap bulannya.

Mekanisme permainan yang lebih mudah dan peraturan yang tidak rumit membuat game LoL memiliki durasi permainan yang lebih pendek daripada DotA 2. Para pemainnya juga lebih santai dengan emosi yang relatif lebih stabil. Jika untuk dipertandingkan di ajang sekelas Asian Games, mungkin game DotA 2 akan lebih seru dibandingkan LoL.

Debut eSport di Asian Games

Walau baru dipertandingkan sebatas demonstrasi, pertandingan eSport pada Asian Games Agustus 2018 nanti tetap merupakan kompetisi resmi. Mimpi para atlet eSports Indonesia untuk mendapatkan medali sebagai tolak ukur kesuksesan seorang gamer, baru bisa diwujudkan pada Asian Games 2022 di China. Olympic Council of Asia secara resmi mengumumkan bahwa kompetisi eSport akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di gelaran Asian Games berikutnya, atau 4 tahun yang akan datang.

League of Legends
Sumber: pressfire.no

Hadiah yang diperebutkan pada ajang Asian Games ini memang tidak sebesar yang ditawarkan turnamen-turnamen game ternama, yang nilainya bisa mencapai lebih dari 300 miliar rupiah. Namun, kebanggaan mendapatkan medali sebagai persembahan bagi negara diharapkan dapat memotivasi para atlet eSport di Asia untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka, mengingat Asian Games merupakan kompetisi olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade.

Kesiapan Tim eSport Indonesia

Tampaknya Indonesia belum memperlihatkan performa yang lebih bersinar dari tim negara lain, atlet eSports Indonesia memang masih dalam tahap berkembang. Tim eSport Indonesia butuh “digembleng” lewat berbagai kompetisi agar kemampuannya dan mentalnya lebih terasah.

Pemerintah Indonesia sendiri berusaha mengangkat popularitas eSport dengan mengadakan kompetisi-kompetisi eSport. Pada dasarnya, olahraga elektronik ini memiliki sifat yang hampir sama dengan olahraga mental dan pikiran seperti catur dan bridge. Sama-sama bersifat kompetitif dan menuntut pemainnya untuk memiliki teknik, kemampuan, dan kemahiran tertentu.

Jika di ajang Asian Games tahun ini Indonesia masih belum bisa menunjukkan performa yang maksimal, masih ada waktu untuk mempersiapkan tim eSport yang benar-benar tangguh untuk berlaga di Asian Games berikutnya.

Start reading Games LoL: MOBA Kandidat eSports di Asian Games 2018

Games Starcraft 2: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Sebagai tuan rumah pesta olahraga multi-event terbesar se-Asia, Indonesia seharusnya berbangga diri. Pasalnya, Indonesia juga akan menjadi saksi sejarah tempat eSports pertama kali diperkenalkan sebagai olahraga resmi di Asian Games.

Penggemar eSports Indonesia tentu sangat senang dengan adanya berita ini, karena berkesempatan menonton langsung pertandingan resminya yang mempertemukan berbagai pemain profesional se-Asia. Nah, sebelum Asian Games dimulai, ada baiknya Anda berkenalan terlebih dahulu dengan beberapa kandidat eSports yang akan dipertandingkan. Di antaranya adalah Dota 2, FIFA 2017, dan Starcraft 2. Game terakhir inilah yang akan kita bahas, sebagai berikut:

Berkenalan dengan Starcraft 2

Starcraft 2
Sumber: extremetech

Starcraft 2 adalah salah satu permainan strategi waktu nyata (real time strategy) paling populer keluaran Blizzard Entertainment, bisa dimainkan oleh pemain biasa atau profesional.  Permainan ini pertama kali diperkenalkan pada publik di tanggal 19 Mei 2007 di Seoul, Korea Selatan.

Starcraft 2 mengisahkan tentang tiga faksi, yaitu: Terran (ras manusia), Protoss (ras alien berteknologi tinggi), dan Zerg (ras alien purba). Meskipun ketiga ras saling bertikai, tetapi fokusnya pada konflik yang terjadi di ras Terran. Konfliknya sendiri mengenai Mengsk yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang korup, tetapi dengan cara yang keji, yakni memprovokasi kaum Zerg untuk membantai seluruh penduduk di Planet Tarsonis. Pun mengorbankan perwiranya, Sarah Kerrigan. Singkat cerita, Jim Raynor membelot dari Mengsk dan memimpin gerakan perlawanan.

Selama bermain Starcraft 2, Anda akan dilatih mengasah kreativitas dan cara berpikir dalam menyelesaikan masalah. Hal ini terlihat dari penyelesaian setiap misi yang mengusung konsep berbeda-beda, masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Uniknya, Anda tidak akan langsung disuguhi semua unit tempur pada awal misi, melainkan diperkenalkan secara bertahap. Layaknya Anda sedang melakukan training sebelum berlanjut ke pertempuran yang lebih kompleks.

Seperti real time strategy pada umumnya, pemain Starcraft butuh banyak latihan untuk sampai ke tahap pemain pro. Meski tergolong tidak gampang, tetapi faktanya permainan ini merupakan salah satu yang disukai banyak orang. Bahkan, di versi terbaru, yaitu Starcraft 2, banyak pemain baru mulai bermunculan.

Bukan sesuatu yang mengherankan, karena versi terbaru ini menawarkan sejumlah elemen yang menarik. Baik dari jalan cerita, tatanan grafis dan suara, hingga sistem permainan yang lebih kompleks dibandingkan versi terdahulu.

Namun, yang cukup disayangkan adalah, tidak tersedia permainan multiplayer melalui Local Area Network (LAN). Tidak diketahui secara pasti kenapa Blizzard menghilangkan fitur yang sebelumnya paling digandrungi tersebut. Meski demikian, Wings of Liberty tetap menarik dimainkan baik secara online atau offline.

eSport sebagai Ekshibisi di Asian Games 2018

Sebenarnya, eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 hanya sebagai ekshibisi atau pertandingan persahabatan saja. Namun, kemungkinan besar eSports akan kembali dihadirkan di Asian Games 2022 sebagai cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali.

Sesuai peraturan, memang sebelum dimasukkan sebagai cabang olahraga resmi di Asian Games, olahraga tersebut harus diperkenalkan dalam pertandingan ekshibisi. Demonstrasi ini paling tidak dilakukan sekali, atau bahkan dua kali.

Meskipun eSport Asian Games 2018 di Indonesia hanya digelar sebagai pertandingan “penggembira” saja, tetapi kita tetap patut berbangga. Lagi pula walaupun tanpa medali, pertandingan eSports tersebut tetap kompetitif karena pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai.

Bagaimana, penggemar eSports Indonesia? Sudah siap menyambut Asian Games dalam beberapa bulan lagi dan melihat gamer andalanmu bertanding?

Start reading Games Starcraft 2: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Games FIFA 2017, Salah Satu Kandidat eSport di Asian Games 2018

Asian Games 2018 akan digelar di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Palembang. Kabar baiknya, sebagaimana yang disampaikan oleh pihak Olimpic Council Asia, eSport akan menjadi salah satu cabang olahraga baru yang dipertandingkan. Tentu berita ini disambut gembira oleh para pencinta eSport, terutama kalangan eSports Indonesia.

Hal yang membuat penasaran adalah games apa saja yang akan dikompetisikan. Dari sekian banyak game yang masuk dalam kategori eSport, tampaknya tidak mungkin semuanya akan dipertandingkan. Pihak penyelenggara Asian Games pun tentu harus memilih game apa saja yang memang benar-benar layak.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari berbagai sumber berita, tipe eSport yang akan dimainkan adalah MOBO dan RTS. Untuk detail nama-nama game yang dipilih sebenarnya masih belum pasti. Namun, ada beberapa nama yang memiliki peluang besar, antara lain DOTA 2, League of Legends (LoL), dan StarCraft2. Sementara untuk genre eSport sepak bola sendiri, kandidat terkuat adalah FIFA 2017.

Berbagai Keunggulan FIFA 2017

Tidak bisa dimungkiri, FIFA 2017 sudah memiliki tempat di hati para pemain eSport. Meski merupakan pendatang baru dalam eSport bergenre sepak bola, tetapi kepopulerannya melejit cepat dan melewati pesaingnya seperti PES.

FIFA 2017
Sumber: youtube.com

Terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki game besutan EA Sport ini, khususnya pada versi 2017. Pertama, dari segi grafis yang didukung oleh Frostbite Engine, menjadikan setiap elemen gambarnya lebih realistis. Hal tersebut berdampak pula pada kontrol pemain yang lebih responsif, bahkan terasa perbedaan antara gerakan dan fleksibilitas pemain bola yang berpostur ringan maupun kekar. Kedua, dari segi gameplay; tendangan, umpan lambung, dan shoot di sudut-sudut sempit jauh lebih akurat dibandingkan versi tahun-tahun lalu.

Ada lagi yang lebih penting dan bisa jadi membuat game ini masuk kandidat kuat di Asian Games 2018. Apalagi kalau bukan tentang lisensi pemain sepak bola yang dimilikinya; artinya, pengembang game FIFA berhak menampilkan liga-liga dari seluruh dunia, termasuk pemain-pemain sepak bola yang bersangkutan sebagai karakter, Marco Reus misalnya.

FIFA 2017
Sumber: playstation.com

EA Sport jelas mendapatkan lisensi langsung dari Asosiasi Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). Kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 1993, hingga kini diperpanjang sampai tahun 2020. Kemitraan dengan FIFA inilah yang membuat para gamers khususnya pencinta sepak bola, menaruh rasa hormat dan percaya. Melihat dari latar belakangnya, kemungkinan FIFA 2017 akan mendapat dukungan lebih untuk melenggang di Asian Games 2018.

Peluang Atlet eSport Indonesia di Asian Games

Indonesia sebagai negara tuan rumah harus segera menjaring pemain-pemain eSport FIFA 2017 yang memang bisa diandalkan. Bukan hanya kemampuan bermain yang patut diperhatikan, tetapi juga mental bertarung melawan pesaing dari berbagai negara. Apabila pemerintah serius mengembangkan para atlet eSport, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi peluang baru untuk menaikkan peringkat Indonesia di kancah Asian Games.

Bagi Anda para pemain FIFA 2017 yang sudah mahir, persiapkanlah diri dengan melakukan latihan sebaik mungkin. Lebih bagus lagi jika sebelumnya Anda memiliki pengalaman dalam mengikuti turnamen-turnamen eSport, khususnya yang mempertandingkan FIFA 2017.

Jika benar-benar serius menekuni permainan ini, siapa tahu Anda masuk daftar pencarian atlet untuk mewakili Indonesia sebagai pemain FIFA 2017 di Asian Games 2018 mendatang. Sebagai tuan rumah, tunjukkan bahwa pemain eSports Indonesia pun berkualitas dan sanggup meladeni pemain eSport dari negara lain.

Start reading Games FIFA 2017, Salah Satu Kandidat eSport di Asian Games 2018