Month: February 2018

Games LoL: MOBA Kandidat eSports di Asian Games 2018

Tinggal beberapa bulan lagi menuju penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Ada yang baru di gelaran Asian Games kali ini, yaitu dimasukkannya eSport sebagai cabang olahraga yang turut dipertandingkan, walaupun masih sebatas uji coba atau perkenalan. Masuknya eSport sebagai cabang olahraga baru menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi para pencinta game online di Asia, tidak terkecuali kalangan eSports Indonesia.

League of Legend vs DotA 2

League of Legends
Sumber: tacticalgaming.net

DotA 2 dan League of Legend (LoL) adalah game bertipe Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang paling terkenal dan memiliki banyak penggemar. Keduanya diproyeksikan untuk turut dipertandingkan sebagai cabang eSport tipe MOBA. Walaupun dari segi permainan hampir sama, tetapi tidak semua karakter di LoL dapat dimainkan. Jika ingin memainkan semua karakter, pemain harus membeli karakter yang diinginkannya. Dengan begitu, bisa menjaga fokus pemain dalam menguasai satu persatu champion, atau yang dalam DotA 2 dinamakan hero.

LoL yang dirilis pada 2009 sempat merajai game tipe MOBA sebelum DotA 2 hadir. Banyak sumber menyatakan bahwa mekanisme game LoL lebih mudah dimainkan dibandingkan DotA 2, aturannya juga tidak rumit. Para pemain pemula tidak memerlukan waktu yang terlalu lama untuk beradaptasi dengan game LoL. Sampai hari ini, jumlah pemain aktif LoL memang masih jauh lebih banyak daripada DotA 2, yaitu mencapai 100 juta pemain setiap bulannya.

Mekanisme permainan yang lebih mudah dan peraturan yang tidak rumit membuat game LoL memiliki durasi permainan yang lebih pendek daripada DotA 2. Para pemainnya juga lebih santai dengan emosi yang relatif lebih stabil. Jika untuk dipertandingkan di ajang sekelas Asian Games, mungkin game DotA 2 akan lebih seru dibandingkan LoL.

Debut eSport di Asian Games

Walau baru dipertandingkan sebatas demonstrasi, pertandingan eSport pada Asian Games Agustus 2018 nanti tetap merupakan kompetisi resmi. Mimpi para atlet eSports Indonesia untuk mendapatkan medali sebagai tolak ukur kesuksesan seorang gamer, baru bisa diwujudkan pada Asian Games 2022 di China. Olympic Council of Asia secara resmi mengumumkan bahwa kompetisi eSport akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di gelaran Asian Games berikutnya, atau 4 tahun yang akan datang.

League of Legends
Sumber: pressfire.no

Hadiah yang diperebutkan pada ajang Asian Games ini memang tidak sebesar yang ditawarkan turnamen-turnamen game ternama, yang nilainya bisa mencapai lebih dari 300 miliar rupiah. Namun, kebanggaan mendapatkan medali sebagai persembahan bagi negara diharapkan dapat memotivasi para atlet eSport di Asia untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka, mengingat Asian Games merupakan kompetisi olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade.

Kesiapan Tim eSport Indonesia

Tampaknya Indonesia belum memperlihatkan performa yang lebih bersinar dari tim negara lain, atlet eSports Indonesia memang masih dalam tahap berkembang. Tim eSport Indonesia butuh “digembleng” lewat berbagai kompetisi agar kemampuannya dan mentalnya lebih terasah.

Pemerintah Indonesia sendiri berusaha mengangkat popularitas eSport dengan mengadakan kompetisi-kompetisi eSport. Pada dasarnya, olahraga elektronik ini memiliki sifat yang hampir sama dengan olahraga mental dan pikiran seperti catur dan bridge. Sama-sama bersifat kompetitif dan menuntut pemainnya untuk memiliki teknik, kemampuan, dan kemahiran tertentu.

Jika di ajang Asian Games tahun ini Indonesia masih belum bisa menunjukkan performa yang maksimal, masih ada waktu untuk mempersiapkan tim eSport yang benar-benar tangguh untuk berlaga di Asian Games berikutnya.

Start reading Games LoL: MOBA Kandidat eSports di Asian Games 2018

Games Starcraft 2: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Sebagai tuan rumah pesta olahraga multi-event terbesar se-Asia, Indonesia seharusnya berbangga diri. Pasalnya, Indonesia juga akan menjadi saksi sejarah tempat eSports pertama kali diperkenalkan sebagai olahraga resmi di Asian Games.

Penggemar eSports Indonesia tentu sangat senang dengan adanya berita ini, karena berkesempatan menonton langsung pertandingan resminya yang mempertemukan berbagai pemain profesional se-Asia. Nah, sebelum Asian Games dimulai, ada baiknya Anda berkenalan terlebih dahulu dengan beberapa kandidat eSports yang akan dipertandingkan. Di antaranya adalah Dota 2, FIFA 2017, dan Starcraft 2. Game terakhir inilah yang akan kita bahas, sebagai berikut:

Berkenalan dengan Starcraft 2

Starcraft 2
Sumber: extremetech

Starcraft 2 adalah salah satu permainan strategi waktu nyata (real time strategy) paling populer keluaran Blizzard Entertainment, bisa dimainkan oleh pemain biasa atau profesional.  Permainan ini pertama kali diperkenalkan pada publik di tanggal 19 Mei 2007 di Seoul, Korea Selatan.

Starcraft 2 mengisahkan tentang tiga faksi, yaitu: Terran (ras manusia), Protoss (ras alien berteknologi tinggi), dan Zerg (ras alien purba). Meskipun ketiga ras saling bertikai, tetapi fokusnya pada konflik yang terjadi di ras Terran. Konfliknya sendiri mengenai Mengsk yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang korup, tetapi dengan cara yang keji, yakni memprovokasi kaum Zerg untuk membantai seluruh penduduk di Planet Tarsonis. Pun mengorbankan perwiranya, Sarah Kerrigan. Singkat cerita, Jim Raynor membelot dari Mengsk dan memimpin gerakan perlawanan.

Selama bermain Starcraft 2, Anda akan dilatih mengasah kreativitas dan cara berpikir dalam menyelesaikan masalah. Hal ini terlihat dari penyelesaian setiap misi yang mengusung konsep berbeda-beda, masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Uniknya, Anda tidak akan langsung disuguhi semua unit tempur pada awal misi, melainkan diperkenalkan secara bertahap. Layaknya Anda sedang melakukan training sebelum berlanjut ke pertempuran yang lebih kompleks.

Seperti real time strategy pada umumnya, pemain Starcraft butuh banyak latihan untuk sampai ke tahap pemain pro. Meski tergolong tidak gampang, tetapi faktanya permainan ini merupakan salah satu yang disukai banyak orang. Bahkan, di versi terbaru, yaitu Starcraft 2, banyak pemain baru mulai bermunculan.

Bukan sesuatu yang mengherankan, karena versi terbaru ini menawarkan sejumlah elemen yang menarik. Baik dari jalan cerita, tatanan grafis dan suara, hingga sistem permainan yang lebih kompleks dibandingkan versi terdahulu.

Namun, yang cukup disayangkan adalah, tidak tersedia permainan multiplayer melalui Local Area Network (LAN). Tidak diketahui secara pasti kenapa Blizzard menghilangkan fitur yang sebelumnya paling digandrungi tersebut. Meski demikian, Wings of Liberty tetap menarik dimainkan baik secara online atau offline.

eSport sebagai Ekshibisi di Asian Games 2018

Sebenarnya, eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 hanya sebagai ekshibisi atau pertandingan persahabatan saja. Namun, kemungkinan besar eSports akan kembali dihadirkan di Asian Games 2022 sebagai cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali.

Sesuai peraturan, memang sebelum dimasukkan sebagai cabang olahraga resmi di Asian Games, olahraga tersebut harus diperkenalkan dalam pertandingan ekshibisi. Demonstrasi ini paling tidak dilakukan sekali, atau bahkan dua kali.

Meskipun eSport Asian Games 2018 di Indonesia hanya digelar sebagai pertandingan “penggembira” saja, tetapi kita tetap patut berbangga. Lagi pula walaupun tanpa medali, pertandingan eSports tersebut tetap kompetitif karena pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai.

Bagaimana, penggemar eSports Indonesia? Sudah siap menyambut Asian Games dalam beberapa bulan lagi dan melihat gamer andalanmu bertanding?

Start reading Games Starcraft 2: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Games FIFA 2017, Salah Satu Kandidat eSport di Asian Games 2018

Asian Games 2018 akan digelar di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Palembang. Kabar baiknya, sebagaimana yang disampaikan oleh pihak Olimpic Council Asia, eSport akan menjadi salah satu cabang olahraga baru yang dipertandingkan. Tentu berita ini disambut gembira oleh para pencinta eSport, terutama kalangan eSports Indonesia.

Hal yang membuat penasaran adalah games apa saja yang akan dikompetisikan. Dari sekian banyak game yang masuk dalam kategori eSport, tampaknya tidak mungkin semuanya akan dipertandingkan. Pihak penyelenggara Asian Games pun tentu harus memilih game apa saja yang memang benar-benar layak.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari berbagai sumber berita, tipe eSport yang akan dimainkan adalah MOBO dan RTS. Untuk detail nama-nama game yang dipilih sebenarnya masih belum pasti. Namun, ada beberapa nama yang memiliki peluang besar, antara lain DOTA 2, League of Legends (LoL), dan StarCraft2. Sementara untuk genre eSport sepak bola sendiri, kandidat terkuat adalah FIFA 2017.

Berbagai Keunggulan FIFA 2017

Tidak bisa dimungkiri, FIFA 2017 sudah memiliki tempat di hati para pemain eSport. Meski merupakan pendatang baru dalam eSport bergenre sepak bola, tetapi kepopulerannya melejit cepat dan melewati pesaingnya seperti PES.

FIFA 2017
Sumber: youtube.com

Terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki game besutan EA Sport ini, khususnya pada versi 2017. Pertama, dari segi grafis yang didukung oleh Frostbite Engine, menjadikan setiap elemen gambarnya lebih realistis. Hal tersebut berdampak pula pada kontrol pemain yang lebih responsif, bahkan terasa perbedaan antara gerakan dan fleksibilitas pemain bola yang berpostur ringan maupun kekar. Kedua, dari segi gameplay; tendangan, umpan lambung, dan shoot di sudut-sudut sempit jauh lebih akurat dibandingkan versi tahun-tahun lalu.

Ada lagi yang lebih penting dan bisa jadi membuat game ini masuk kandidat kuat di Asian Games 2018. Apalagi kalau bukan tentang lisensi pemain sepak bola yang dimilikinya; artinya, pengembang game FIFA berhak menampilkan liga-liga dari seluruh dunia, termasuk pemain-pemain sepak bola yang bersangkutan sebagai karakter, Marco Reus misalnya.

FIFA 2017
Sumber: playstation.com

EA Sport jelas mendapatkan lisensi langsung dari Asosiasi Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). Kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 1993, hingga kini diperpanjang sampai tahun 2020. Kemitraan dengan FIFA inilah yang membuat para gamers khususnya pencinta sepak bola, menaruh rasa hormat dan percaya. Melihat dari latar belakangnya, kemungkinan FIFA 2017 akan mendapat dukungan lebih untuk melenggang di Asian Games 2018.

Peluang Atlet eSport Indonesia di Asian Games

Indonesia sebagai negara tuan rumah harus segera menjaring pemain-pemain eSport FIFA 2017 yang memang bisa diandalkan. Bukan hanya kemampuan bermain yang patut diperhatikan, tetapi juga mental bertarung melawan pesaing dari berbagai negara. Apabila pemerintah serius mengembangkan para atlet eSport, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi peluang baru untuk menaikkan peringkat Indonesia di kancah Asian Games.

Bagi Anda para pemain FIFA 2017 yang sudah mahir, persiapkanlah diri dengan melakukan latihan sebaik mungkin. Lebih bagus lagi jika sebelumnya Anda memiliki pengalaman dalam mengikuti turnamen-turnamen eSport, khususnya yang mempertandingkan FIFA 2017.

Jika benar-benar serius menekuni permainan ini, siapa tahu Anda masuk daftar pencarian atlet untuk mewakili Indonesia sebagai pemain FIFA 2017 di Asian Games 2018 mendatang. Sebagai tuan rumah, tunjukkan bahwa pemain eSports Indonesia pun berkualitas dan sanggup meladeni pemain eSport dari negara lain.

Start reading Games FIFA 2017, Salah Satu Kandidat eSport di Asian Games 2018

3 Negara Pencetus Tim-Tim eSports Terbaik

Game atau permainan di komputer yang kini dikenal juga dengan nama eSports, dahulu hanya dianggap sebagai hiburan bagi kebanyakan orang. Namun saat ini, eSports telah berkembang dengan adanya beragam kompetisi yang juga menghasilkan uang. Oleh karena itu, tidak heran jika kepopuleran eSport tak hanya melanda dunia. Kini Indonesia eSports juga terus berkembang lantaran permainan yang ditawarkan tidak hanya menyenangkan namun juga bisa menghasilkan uang hingga ratusan juta dolar.

Saat ini ada tiga negara di dunia yang sudah mendulang keuntungan paling banyak dari eSports . Ketiga negara ini memiliki tim-tim eSports yang sudah mendapatkan uang hingga miliaran rupiah. Negara mana sajakah itu? Simak ulasan berikut.

1. China

Negara yang memiliki julukan Tirai Bambu ini merupakan negara yang memiliki penghasilan terbesar dari eSports . Bahkan nilai rupiah yang sudah diperoleh tim-tim eSports ini mencapai 734 miliar rupiah atau sekitar 55 juta US Dolar.

Dota 2 merupakan game yang menyumbangkan kemenangan dengan nilai uang tertinggi bagi negara China. Hao, Xiao8, FY, dan Fenrir adalah nama-nama terkenal yang berasal dari negara ini. Mereka selalu tampil dengan gemilang di level atas Dota 2 yang tentunya terus mendulang keunggulan China di bidang eSports.

Nilai terbaik yang didapatkan China juga tidak luput dari prestasi Wings Gaming yang sukses membawa pulang uang senilai sembilan juta dolar pada TI 6. Lalu Clearlove, Uzi, dan Koro1 juga tak mau ketinggalan. Mereka sukses juga memboyong uang dari dunia League Of Legends yang semakin memperkuat posisi China di kancah eSports.

Menurut prediksi, negara ini akan menjadi salah satu negara yang kuat di dunia eSports. Hal ini dikarenakan animo masyarakat terhadap eSports semakin besar dan juga munculnya organisasi besar yang merekrut pemain eSports berbakat dari berbagai jenis permainan.

2. Amerika Serikat

Dalam dunia eSports, rivalitas antara West dan East memang dikenal cukup sengit. Bahkan di kalangan Indonesia eSports, para gamers pasti tahu mengenai perebutan kekuasaan antara tim dari Amerika versus tim dari negara China.

Untuk saat ini Amerika Serikat masih berada satu tingkat di bawah China dengan total pendapatan sekitar 54 juta US Dolar atau senilai 720 miliar rupiah. Jika memperhatikan nilai uang yang didapatkan kedua negara rival ini, jelas tampak bahwa kedua negara memiliki tim eSports yang hampir sama kuatnya.

Meski berada di urutan kedua, tetapi Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki pemain terbanyak dalam dunia eSports. Ada sekitar 8.744 pemain yang berasal dari negara ini. Selain jumlah pemain yang banyak, Negeri Paman Sam ini punya berbagai turnamen. Aneka eSports seperti Call of Duty, HALO, Smite, Street Fighter, Mortal Kombat, Quake, hingga game mobile seperti Clash Royale memiliki turnamen masing-masing.

Untuk saat ini, penyumbang terbesar pendapatan Amerika Serikat yaitu dikenal dengan nama Trio Evil Geniuses yang terdiri dari PPD, Universe, dan Fear. Ketiganya sudah punya pendapatan sebanyak delapan juta dolar.

3. Korea Selatan

Negara ketiga yang berkuasa di dunia eSports dengan tim terbaik yaitu Korea Selatan. Negara yang juga dikenal dunia melalui Kpop ini sudah mengantongi uang sebanyak 640 miliar rupiah atau senilai 48 juta US Dolar. Meski memiliki pendapatan yang banyak, namun berbeda dari kedua negara lainnya, pendapatan Korea Selatan tidak didominasi dari Dota 2.

Negara Ginseng ini justru dikenal memiliki kekuasaan tinggi di game starcraft 2 dan League of Legends. Lim Yo Hwan, Faker, dan Hong Jin Ho adalah nama para gamers legendaris yang berasal dari negara ini. Ketiganya kini bahkan cukup terkenal di Korea Selatan seperti artis K-pop.

Demikian tiga negara yang memiliki tim eSports terbaik. Lalu apakah Indonesia eSports bisa menjadi salah satu yang terbaik kelak? Tentu ini harus perjuangkan oleh para pemain eSports Tanah Air yang akan bertarung di kancah Internasional.

Start reading 3 Negara Pencetus Tim-Tim eSports Terbaik