Category: Tips & Trik Taruhan Bola

Games CS GO: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Bagi yang belum tahu, eSports adalah kompetisi permainan video yang mempertemukan para gamers profesional. Permainan ini banyak jenisnya, di antaranya adalah League of Legends, Dota 2, Counter Strike, dan masih banyak lagi. Biasanya, pemain eSports didominasi oleh laki-laki, tetapi tidak sedikit juga wanita cantik yang menyukai olahraga elektronik ini.

Nah, sobat penggemar eSports Indonesia, kabarnya eSport akan diperkenalkan sebagai cabang olahraga baru di Asian Games. Kebetulannya lagi, Asian Games 2018 akan diselenggarakan di Indonesia dan diikuti oleh 46 negara di Asia. Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, karena Indonesia menjadi tempat bersejarah dari diperkenalkannya eSports di ajang multi-event paling bergengsi se-Asia ini.

Berkenalan dengan Counter Strike: GO

CS: GO
Sumber: steam.com

Dalam Asian Games tahun 2018, ada beberapa cabang olahraga eSports yang rencananya dipertandingkan. Salah satunya adalah Counter Strike: GO (Global Offensive), permainan dengan mode First-Person Shooting yang dikembangkan oleh Valve Corporation dan Hidden Path Entertainment. Tentu sobat penggemar eSports Indonesia sudah tidak asing lagi dengan game tersebut, mengingat Counter Strike telah ada sejak lama dan begitu populer.

Sama seperti versi sebelumnya, game ini mengusung konsep tembak-menembak yang mengandalkan kerja sama tim. Alur ceritanya pun menggunakan sudut pandang orang pertama. Pemain dapat memilih peran sebagai Teroris atau Anti-Teroris. Mekanismenya adalah pemain diharuskan menyelesaikan misi atau mengalahkan kelompok musuh. Sebenarnya sangat sederhana dan waktu permainannya pun tidak terlalu panjang.

Adapun CS: GO terdiri dari 5 mode gameplay, antara lain: Deathmatch, Arms Race, Demolition, Casual, dan Competitive. Jika sudah mahir bermain di empat mode sebelumnya, barulah pemain sanggup menaklukkan mode Competitive. Dibutuhkan strategi, penguasaan peta, dan manajemen waktu untuk bisa mengalahkan pihak lawan. Untuk senjata, terdapat beberapa jenis baru pada versi ini, seperti Molotov dan Incendiary Grenade.

CS: GO
Sumber: youtube.com

Setelah dirilis pertama kali, Counter Strike: GO ternyata mendapat banyak respons positif dari para kritikus professional. Metacritic, website yang biasa mengkritik sebuah permainan memberikan nilai sebesar 83 dari total 100 untuk versi PC-nya. Destructoid juga memberikan respons positifnya, ia memberikan poin 95 dan berpendapat bahwa versi terbaru ini lebih baik.

Meskipun begitu, ternyata pihak pengembang sebelumnya mengeluarkan beberapa pengumuman kontroversial. Dalam pengumuman itu, mereka menyatakan akan menyertakan kelompok separatis yang memiliki simbol mirip ETA sebagai bagian dari karakternya. Namun, hal itu urung dilakukan karena Badan Pemerintah Spanyol dengan tegas melarang dan meminta pihak CS: GO untuk mencabut tokoh kelompok tersebut. Alasannya, eksposur terhadap kelompok separatis dalam game besutan mereka dianggap akan melukai perasaan korban yang sesungguhnya..

eSport di Ajang Asian Games Hanya sebagai Ekshibisi

Berhubung baru pertama kali diperkenalkan di Asian Games, eSports kali ini hanya berupa pertandingan eksibisi, bukan memperebutkan medali. Meskipun begitu, eSport tetap terhitung sebagai pertandingan resmi dan pemenang akan mendapatkan hadiah uang.

Sebagai informasi, setiap cabang olahraga yang baru pertama kali masuk di Asian Games harus menjadi ekshibisi terlebih dahulu, barulah selanjutnya dipertandingkan untuk memperebutkan medali. Kabar baiknya, pihak OCA (Olympic Council of Asia) sudah mengatakan bahwa kompetisi eSport yang memperebutkan medali bisa terealisasi di Asian Games tahun 2022.

Sampai saat ini, belum diputuskan secara resmi mengenai kandidat eSport mana saja yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Namun yang pasti, sepak terjang eSports akan semakin dikenal masyarakat internasional, khususnya di wilayah Asia.

Bagaimana, sobat esports Indonesia? Tidak sabar menanti Asian Games yang tinggal beberapa bulan lagi?

Start reading Games CS GO: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Games FIFA 2017, Salah Satu Kandidat eSport di Asian Games 2018

Asian Games 2018 akan digelar di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Palembang. Kabar baiknya, sebagaimana yang disampaikan oleh pihak Olimpic Council Asia, eSport akan menjadi salah satu cabang olahraga baru yang dipertandingkan. Tentu berita ini disambut gembira oleh para pencinta eSport, terutama kalangan eSports Indonesia.

Hal yang membuat penasaran adalah games apa saja yang akan dikompetisikan. Dari sekian banyak game yang masuk dalam kategori eSport, tampaknya tidak mungkin semuanya akan dipertandingkan. Pihak penyelenggara Asian Games pun tentu harus memilih game apa saja yang memang benar-benar layak.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari berbagai sumber berita, tipe eSport yang akan dimainkan adalah MOBO dan RTS. Untuk detail nama-nama game yang dipilih sebenarnya masih belum pasti. Namun, ada beberapa nama yang memiliki peluang besar, antara lain DOTA 2, League of Legends (LoL), dan StarCraft2. Sementara untuk genre eSport sepak bola sendiri, kandidat terkuat adalah FIFA 2017.

Berbagai Keunggulan FIFA 2017

Tidak bisa dimungkiri, FIFA 2017 sudah memiliki tempat di hati para pemain eSport. Meski merupakan pendatang baru dalam eSport bergenre sepak bola, tetapi kepopulerannya melejit cepat dan melewati pesaingnya seperti PES.

FIFA 2017
Sumber: youtube.com

Terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki game besutan EA Sport ini, khususnya pada versi 2017. Pertama, dari segi grafis yang didukung oleh Frostbite Engine, menjadikan setiap elemen gambarnya lebih realistis. Hal tersebut berdampak pula pada kontrol pemain yang lebih responsif, bahkan terasa perbedaan antara gerakan dan fleksibilitas pemain bola yang berpostur ringan maupun kekar. Kedua, dari segi gameplay; tendangan, umpan lambung, dan shoot di sudut-sudut sempit jauh lebih akurat dibandingkan versi tahun-tahun lalu.

Ada lagi yang lebih penting dan bisa jadi membuat game ini masuk kandidat kuat di Asian Games 2018. Apalagi kalau bukan tentang lisensi pemain sepak bola yang dimilikinya; artinya, pengembang game FIFA berhak menampilkan liga-liga dari seluruh dunia, termasuk pemain-pemain sepak bola yang bersangkutan sebagai karakter, Marco Reus misalnya.

FIFA 2017
Sumber: playstation.com

EA Sport jelas mendapatkan lisensi langsung dari Asosiasi Federasi Sepakbola Internasional (FIFA). Kerja sama ini sudah terjalin sejak tahun 1993, hingga kini diperpanjang sampai tahun 2020. Kemitraan dengan FIFA inilah yang membuat para gamers khususnya pencinta sepak bola, menaruh rasa hormat dan percaya. Melihat dari latar belakangnya, kemungkinan FIFA 2017 akan mendapat dukungan lebih untuk melenggang di Asian Games 2018.

Peluang Atlet eSport Indonesia di Asian Games

Indonesia sebagai negara tuan rumah harus segera menjaring pemain-pemain eSport FIFA 2017 yang memang bisa diandalkan. Bukan hanya kemampuan bermain yang patut diperhatikan, tetapi juga mental bertarung melawan pesaing dari berbagai negara. Apabila pemerintah serius mengembangkan para atlet eSport, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi peluang baru untuk menaikkan peringkat Indonesia di kancah Asian Games.

Bagi Anda para pemain FIFA 2017 yang sudah mahir, persiapkanlah diri dengan melakukan latihan sebaik mungkin. Lebih bagus lagi jika sebelumnya Anda memiliki pengalaman dalam mengikuti turnamen-turnamen eSport, khususnya yang mempertandingkan FIFA 2017.

Jika benar-benar serius menekuni permainan ini, siapa tahu Anda masuk daftar pencarian atlet untuk mewakili Indonesia sebagai pemain FIFA 2017 di Asian Games 2018 mendatang. Sebagai tuan rumah, tunjukkan bahwa pemain eSports Indonesia pun berkualitas dan sanggup meladeni pemain eSport dari negara lain.

Start reading Games FIFA 2017, Salah Satu Kandidat eSport di Asian Games 2018

Benarkah eSport akan Menjadi Salah Satu Cabang Olahraga di Asian Games 2018?

Dunia olahraga kini sudah mulai bertumpu pada teknologi terkini. Terbukti dari kemunculan eSport, olahraga elektronik yang utamanya memanfaatkan komputer ataupun smartphone untuk memainkannya. Di Indonesia, eSport sudah masuk cukup lama. Bahkan demi menaungi pencinta eSports Indonesia, sudah ada lembaga resmi yang mendukungnya, yaitu IeSPA ( Indonesia eSport Association ).

Selama ini,  eSport masih dipandang sebagai hobi semata. Pasalnya, berlama-lama di hadapan gawai ataupun komputer hanya untuk bermain game kerap dinilai sebagai aktivitas yang kurang produktif dan hanya membuang-buang waktu.

Fakta berbicara sebaliknya; eSport semakin ditekuni secara serius bahkan menawarkan peluang kemenangan dan pundi-pundi uang, terbukti dari adanya turnamen-turnamen eSport di berbagai negara termasuk Indonesia. Meski penyelenggaranya masih terbatas oleh pihak swasta saja, tetapi tetap membuktikan banyaknya peminat eSport di seluruh dunia. Adapun game yang kerap dipertandingkan, seperti . Hon, LOL, Counter Strike Online, Mobile Legend, dan FIFA 2017.

Esports Competition
Sumber: blksport.com

Olimpic Council Asia Pastikan eSport akan Digelar di Asian Games 2018

Kabar tentang eSport yang akan dijadikan cabang baru pada ajang Asian Games 2018, menjadi angin segar bagi para gamers. Bukan isapan jempol belaka, kabar tersebut dibenarkan oleh pihak Olimpic Council Asia (OCA). Keberhasilan membawa eSport ke Asian Games 2018 juga tidak lepas dari dukungan E-commerce raksasa Alibaba.

Adapun pencinta eSport Indonesia patut bersukacita, karena Asian Games 2018 akan dihelat di Jakarta dan Palembang. Tentu para atlet eSports Indonesia tidak ingin ketinggalan untuk berpartisipasi, bukan.

Tipe Game yang Dipertandingkan

Pada Asian Games nanti, rencananya ada dua tipe game yang dipertandingkan. Pertama, MOBA, tipe game multiplayer yang mengusung pertempuran dan memiliki karakter ‘hero’; contohnya DOTA 2 dan League of Legends (Lol). Kedua, RTS, tipe game yang sarat dengan permainan taktik dan strategi; contohnya adalah Starcraft 2. Satu lagi game pilihan yang turut dipertandingkan, yaitu FIFA 2017—game sepak bola terbaik yang mengunakan Frosbite Engine, sehingga unggul dari segi grafis.

eSport Hanya Sebagai Cabang Ekshibisi

Pada ajang Asian Games 2018, eSport hanya sebagai cabang ekshibisi atau hiburan sekaligus perkenalan. Dalam artian, kompetisi eSport tersebut bukan untuk meraih medali. Namun, jangan berkecil hati. Sebagaimana prosedur yang sudah ada, jenis olahraga baru memang harus didemonstrasikan terlebih dahulu sebelum akhirnya menjadi olahraga resmi yang memperebutkan medali. Kabar gembiranya, eSport akan menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan di Asian Games 2022 kelak.

Masih sebagai olahraga demonstrasi, sebelumnya,eSport juga pernah dipertandingkan pada 5th Asian Indoor and Martial Art Games ( 5th AIMAG ) yang berlangsung di Ashgabat Turkmenistan. Pun pada AIMAG 2013 yang digelar di Incheon.

Siapkah Indonesia sebagai Tuan Rumah Asian Games Khususnya di Cabang eSport?

Permasalahannya, apakah Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games kali ini sudah siap dengan adanya rencana cabang baru yaitu eSport? Selayaknya pihak Indonesia mempersiapkan fasilitas dan insfrastruktur, serta menjaring sejak dini para atlet eSport. Toh, selama ini banyak anak muda yang suka bahkan fanatik memainkan game. Rasanya tidak sulit jika pemerintah menjaring para gamers berbakat.

Semoga penyelenggaraan eSport pada Asian Games 2018 di Indonesia, dapat terealisasi dengan baik. Pun semakin memicu pemerintah untuk serius mencetak bibit-bibit atlet eSport profesional. Nah, bagi para pemain eSports Indonesia terutama yang sudah berpengalaman dalam mengikuti berbagai turnamen, tunggu saja kabar dan informasi selanjutnya ya!

Start reading Benarkah eSport akan Menjadi Salah Satu Cabang Olahraga di Asian Games 2018?