Games LoL: MOBA Kandidat eSports di Asian Games 2018

Tinggal beberapa bulan lagi menuju penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Ada yang baru di gelaran Asian Games kali ini, yaitu dimasukkannya eSport sebagai cabang olahraga yang turut dipertandingkan, walaupun masih sebatas uji coba atau perkenalan. Masuknya eSport sebagai cabang olahraga baru menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi para pencinta game online di Asia, tidak terkecuali kalangan eSports Indonesia.

League of Legend vs DotA 2

League of Legends
Sumber: tacticalgaming.net

DotA 2 dan League of Legend (LoL) adalah game bertipe Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang paling terkenal dan memiliki banyak penggemar. Keduanya diproyeksikan untuk turut dipertandingkan sebagai cabang eSport tipe MOBA. Walaupun dari segi permainan hampir sama, tetapi tidak semua karakter di LoL dapat dimainkan. Jika ingin memainkan semua karakter, pemain harus membeli karakter yang diinginkannya. Dengan begitu, bisa menjaga fokus pemain dalam menguasai satu persatu champion, atau yang dalam DotA 2 dinamakan hero.

LoL yang dirilis pada 2009 sempat merajai game tipe MOBA sebelum DotA 2 hadir. Banyak sumber menyatakan bahwa mekanisme game LoL lebih mudah dimainkan dibandingkan DotA 2, aturannya juga tidak rumit. Para pemain pemula tidak memerlukan waktu yang terlalu lama untuk beradaptasi dengan game LoL. Sampai hari ini, jumlah pemain aktif LoL memang masih jauh lebih banyak daripada DotA 2, yaitu mencapai 100 juta pemain setiap bulannya.

Mekanisme permainan yang lebih mudah dan peraturan yang tidak rumit membuat game LoL memiliki durasi permainan yang lebih pendek daripada DotA 2. Para pemainnya juga lebih santai dengan emosi yang relatif lebih stabil. Jika untuk dipertandingkan di ajang sekelas Asian Games, mungkin game DotA 2 akan lebih seru dibandingkan LoL.

Debut eSport di Asian Games

Walau baru dipertandingkan sebatas demonstrasi, pertandingan eSport pada Asian Games Agustus 2018 nanti tetap merupakan kompetisi resmi. Mimpi para atlet eSports Indonesia untuk mendapatkan medali sebagai tolak ukur kesuksesan seorang gamer, baru bisa diwujudkan pada Asian Games 2022 di China. Olympic Council of Asia secara resmi mengumumkan bahwa kompetisi eSport akan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di gelaran Asian Games berikutnya, atau 4 tahun yang akan datang.

League of Legends
Sumber: pressfire.no

Hadiah yang diperebutkan pada ajang Asian Games ini memang tidak sebesar yang ditawarkan turnamen-turnamen game ternama, yang nilainya bisa mencapai lebih dari 300 miliar rupiah. Namun, kebanggaan mendapatkan medali sebagai persembahan bagi negara diharapkan dapat memotivasi para atlet eSport di Asia untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka, mengingat Asian Games merupakan kompetisi olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade.

Kesiapan Tim eSport Indonesia

Tampaknya Indonesia belum memperlihatkan performa yang lebih bersinar dari tim negara lain, atlet eSports Indonesia memang masih dalam tahap berkembang. Tim eSport Indonesia butuh “digembleng” lewat berbagai kompetisi agar kemampuannya dan mentalnya lebih terasah.

Pemerintah Indonesia sendiri berusaha mengangkat popularitas eSport dengan mengadakan kompetisi-kompetisi eSport. Pada dasarnya, olahraga elektronik ini memiliki sifat yang hampir sama dengan olahraga mental dan pikiran seperti catur dan bridge. Sama-sama bersifat kompetitif dan menuntut pemainnya untuk memiliki teknik, kemampuan, dan kemahiran tertentu.

Jika di ajang Asian Games tahun ini Indonesia masih belum bisa menunjukkan performa yang maksimal, masih ada waktu untuk mempersiapkan tim eSport yang benar-benar tangguh untuk berlaga di Asian Games berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *