Games Starcraft 2: Kandidat eSports di Asian Games 2018

Sebagai tuan rumah pesta olahraga multi-event terbesar se-Asia, Indonesia seharusnya berbangga diri. Pasalnya, Indonesia juga akan menjadi saksi sejarah tempat eSports pertama kali diperkenalkan sebagai olahraga resmi di Asian Games.

Penggemar eSports Indonesia tentu sangat senang dengan adanya berita ini, karena berkesempatan menonton langsung pertandingan resminya yang mempertemukan berbagai pemain profesional se-Asia. Nah, sebelum Asian Games dimulai, ada baiknya Anda berkenalan terlebih dahulu dengan beberapa kandidat eSports yang akan dipertandingkan. Di antaranya adalah Dota 2, FIFA 2017, dan Starcraft 2. Game terakhir inilah yang akan kita bahas, sebagai berikut:

Berkenalan dengan Starcraft 2

Starcraft 2
Sumber: extremetech

Starcraft 2 adalah salah satu permainan strategi waktu nyata (real time strategy) paling populer keluaran Blizzard Entertainment, bisa dimainkan oleh pemain biasa atau profesional.  Permainan ini pertama kali diperkenalkan pada publik di tanggal 19 Mei 2007 di Seoul, Korea Selatan.

Starcraft 2 mengisahkan tentang tiga faksi, yaitu: Terran (ras manusia), Protoss (ras alien berteknologi tinggi), dan Zerg (ras alien purba). Meskipun ketiga ras saling bertikai, tetapi fokusnya pada konflik yang terjadi di ras Terran. Konfliknya sendiri mengenai Mengsk yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang korup, tetapi dengan cara yang keji, yakni memprovokasi kaum Zerg untuk membantai seluruh penduduk di Planet Tarsonis. Pun mengorbankan perwiranya, Sarah Kerrigan. Singkat cerita, Jim Raynor membelot dari Mengsk dan memimpin gerakan perlawanan.

Selama bermain Starcraft 2, Anda akan dilatih mengasah kreativitas dan cara berpikir dalam menyelesaikan masalah. Hal ini terlihat dari penyelesaian setiap misi yang mengusung konsep berbeda-beda, masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Uniknya, Anda tidak akan langsung disuguhi semua unit tempur pada awal misi, melainkan diperkenalkan secara bertahap. Layaknya Anda sedang melakukan training sebelum berlanjut ke pertempuran yang lebih kompleks.

Seperti real time strategy pada umumnya, pemain Starcraft butuh banyak latihan untuk sampai ke tahap pemain pro. Meski tergolong tidak gampang, tetapi faktanya permainan ini merupakan salah satu yang disukai banyak orang. Bahkan, di versi terbaru, yaitu Starcraft 2, banyak pemain baru mulai bermunculan.

Bukan sesuatu yang mengherankan, karena versi terbaru ini menawarkan sejumlah elemen yang menarik. Baik dari jalan cerita, tatanan grafis dan suara, hingga sistem permainan yang lebih kompleks dibandingkan versi terdahulu.

Namun, yang cukup disayangkan adalah, tidak tersedia permainan multiplayer melalui Local Area Network (LAN). Tidak diketahui secara pasti kenapa Blizzard menghilangkan fitur yang sebelumnya paling digandrungi tersebut. Meski demikian, Wings of Liberty tetap menarik dimainkan baik secara online atau offline.

eSport sebagai Ekshibisi di Asian Games 2018

Sebenarnya, eSports yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 hanya sebagai ekshibisi atau pertandingan persahabatan saja. Namun, kemungkinan besar eSports akan kembali dihadirkan di Asian Games 2022 sebagai cabang olahraga resmi yang memperebutkan medali.

Sesuai peraturan, memang sebelum dimasukkan sebagai cabang olahraga resmi di Asian Games, olahraga tersebut harus diperkenalkan dalam pertandingan ekshibisi. Demonstrasi ini paling tidak dilakukan sekali, atau bahkan dua kali.

Meskipun eSport Asian Games 2018 di Indonesia hanya digelar sebagai pertandingan “penggembira” saja, tetapi kita tetap patut berbangga. Lagi pula walaupun tanpa medali, pertandingan eSports tersebut tetap kompetitif karena pemenang akan mendapatkan hadiah uang tunai.

Bagaimana, penggemar eSports Indonesia? Sudah siap menyambut Asian Games dalam beberapa bulan lagi dan melihat gamer andalanmu bertanding?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *